Wawancara Mengenai UFO



Dalam buku ôMenyingkap Rahasia Piring Terbangö oleh J. Salatun, ada bagian yang memuat wawancara penulis dengan seorang paranormal yang bernama Agusnain. Agusnain tidak menjawab segala pertanyaan dengan secara langsung. Tetapi ia terlebih dahulu membuat suatu hubungan dengan sinar alam malakut yang memenuhi jagat raya, melepaskan kekuatan rohnya ke jagat raya, dan menemukan jawaban yang sesuai dengan izin Tuhan Yang Maha Kuasa.

Jawaban Agusnain antara lain:
a. Piring Terbang itu memang ada. Dan merupakan buatan makhluk dari alam yang ada di jagat raya.

b. Ketika ditanyakan dari mana asal makhluk piring terbang itu, Agusnain mengatakan bahwa piring terbang itu datangnya dari salah satu tatasurya yang berada dalam Galaxy ini sendiri. Dan menurut Agusnain bintang asal dari makhluk piring terbang itu mempunyai beberapa nama dari ilmu Astronomi: Antara lain YC 5473, dengan arti Yale Catalogue. Bintang YC 5473 mempunyai spektrum dari golongan A5, yang berarti suhunya lebih tinggi (yaitu 11.000 derajat Celcius) dari matahari kita (5.000 derajat Celcius).
Jauh bintang itu dari tata surya kita adalah 203,7 tahun cahaya.

c. Seterusnya Agusnain menjawab, planet piring terbang mempunyai matahari sendiri. Planitnya lebih kecil dari bumi ini. Dan matahari mereka juga tampak lebih kecil. Warna langit di sana kehitam-hitaman agak lembayung.Bentuk awan tak ada yang bergumpal-gumpal. Hanya ada garis-garis tipis seperti serat-serat. Anehnya, walau siang hari bintang-bintang kelihatan dengan jelas. Tak ada lautan, hanya danau-danau dan sungai kecil. Hujan, sedikit.

d. Tentang makhluk piring terbang, Agusnain mengatakan mereka jangkung (10′ = 3 meter). Berlengan panjang hampir sampai ke lutut. Tangan mereka juga mempunyai lima buah jari. Perawakannya agak serba kurus.

e. Paduan logam piring terbang itu mempunyai sifat-sifat tertentu tetapi hanya untuk suatu jangka tertentu. Sesudah jangka itu, paduan tadi kehilangan sifat-sifatnya sehingga piring terbang tidak dapat dipakai lagi dan dibuang. Agusnain ômelihatö suatu dump yang terdiri dari tumpukan piring terbang yang sudah dibuang.

Tulisan ini timbul bukan karena kelatahan demam piring terbang yang pada saat ini melanda seluruh dunia. Tetapi merupakan hasil penyelidikan penulis selama 12 tahun lebih. Dari mencoba gerakan cakram aluminium yang digasingkan dengan tali. Sampai kepada menimbang bobot cakram itu sendiri dalam keadaan bergasing. Kemudian memikirkan, bagaimana menimbulkan sumber listrik yang maha kuat untuk menggasingkan cakram itu dari dalam bangun bentuk pesawat piring terbang mini.

Kemudian di kesempatan lain penulis juga melakukan wawancara dengan roh sakti Nenek Baju Berenda dan Bergelang Kaki melalui perantaraan seorang medium yang bernama Datuk Tuah. Inilah petikan wawancaranya:
Pertanyaan:öKekuatan apakah yang menerbangkan pesawat besi tembaga itu?ö
Jawab:öDengan kekuatan yang terkandung didalam besi dan tembaga itu sendiriö
.
Pertanyaan:öBagaimanakah sebenarnya bentuk piring terbang itu?ö
Jawab:öSebenarnya ada dua macam saja, yang pipih seperti piring penadah gelas kopi dan bulat panjang seperti labuö.

Tanya:öBagaimanakah bentuk dan gerakan piring terbang itu?ö
Jawab:öIa berputar seperti gerak putaran Al-Arsyh (tapak istana kerajaan Tuhan) yang arahnya seperti gerak orang naik haji thawaf mengelilingi KaÆbah.

Tanya:öMakhluk apakah yang mengendalikan piring terbang itu?ö
Jawab:öMereka makhluk kasar biasa. Tetapi bukan manusia yang hidup di muka bumi. Mereka dari salah satu bintang lain. Tetapi tempat mereka menetap ada di atas bumi iniö.

Tanya:öDi mana mereka tinggal berkumpul?ö
Jawab:öDi bawah airö.

Tanya:öLaut di arah mana?ö
Jawab:öArah Maghrib…….yang terdalam, yang ada jurang didasarnyaö.

Tanya: ôApakah ada bahan cair lain yang digunakan Piring Terbang?ö
Jawab: ôTidak ada bahan cair, hanya timah sebagai kekuatan ke tigaö.

Tanya: Pernahkah nenek berusaha mendekati piring terbang itu?
Jawab: Banyak dari beberapa golongan jin dan makhluk halus lain ingin masuk kedalamnya. Tetapi tak berhasil.

Tanya: Apakah nenek diserang mereka?
Jawab: Tidak, mereka tak pernah mengganggu makhluk lain. Hanya membuat rintangan, sekiranya mereka dalam keadaan terpaksa. Piring terbang itu sendiri, lebih panas dari kawah gunung berapi. Itulah halangan pertama dari makhluk-makhluk halus dan kasar untuk mendekatinya.

Tanya: ôApakah makhluk pembawa piring terbang itu ikut juga berputar bersama pesawat mereka?
Jawab: Tidak. Sebab mereka berada di dalam ruangan berbentuk sebuah bola besi yang amat bulat tak ikut berputar dengan bagian lainnnya.

Tanya: Dimanakah letak bola besi penumpang itu?
Jawab: Pada bagian pusar piringnya.

Tanya: Apakah kelihatan dari luar?
Jawab: Seperlima bulatan pada bagian atas, dan seperlima lagi dari bulatan sebelah bawah, tampak menonjol dari keseluruhan bentuk piring.

Tanya: Apakah bola ruangan penumpang itu terletak rapat dengan rongga badan piring terbang?
Jawab: Tidak. Sekeliling bola itu mempunyai jarak tertentu dengan rongga pesawat.

Tanya: Tak ada sedikitpun bagian yang bersinggungan?
Jawab: Tidak.

Kesimpulan penulis: Bola ruangan penumpang bisa mengambang seperti itu karena bagian luar besi bola penumpang bermuatan kutub magnit yang sama dengan rongga poros cakram. Dan teori ini juga pernah penulis nyatakan kepada beberapa orang insinyur elektro, yang juga menerimanya sebagai logika teknologi, walaupun belum ada peralatan teknologi zaman ini yang mempergunakan cara itu. Dan penulis sendiri belum lagi menghitung secara teliti, berapa tenaga tolak menolak besi magnit sekutub pada setiap 1 cm2.
a. Bukan tidak mungkin salah satu paduan itu terdiri dari besi magnit yang telah kehilangan kekuatan kutub magnit, seperti keadaan besi magnit di dalam sebuah dinamo sepeda, atau dinamo sebuah mobil model lama. Besi magnit yang aus itu, tidak lagi mengelarkan imbas sekuat yang diperlukan untuk menggerakkan suatu dinamo listrik.

b. Tembaga yang kehilangan sifatnya. Misalnya kawat tembaga yang terlalu kuat menerima aliran listrik, akan berubah menjadi keristal tembaga, yang tidak mampu lagi dengan sempurna mengalirkan arus listrik.

c. Timah yang kehilangan sifatnya, hampir tak obahnya sebagai lempeng timah di dalam baterai basah. Pada baterai tua, lempeng lempeng timah itu rusak menjadi pecahan-pecahan seperti loyang (yang ada juga hubungannya dengan bertambahnya kadar loyang di udara, bila piring terang baru saja meninggalkan suatu tempat dengan kecepatan tinggi).

Kalau mengingat bahwa piring terbang ukuran besar diduga mempunyai garis tengah 90 m, dan bola penumpang yang terletak di bagian pusarnya berdiagonal 10 m, bayangkan betapa besarnya besi magnit yang harus digunakan untuk sebuah piring terbang! Dengan sendirinya berat bola penumpang harus pula diperhitungkan agar bola itu tetap mengambang pada rongga duduknya. Tapi bagaimana pula caranya agar penumpang tidak terikut dengan perubahan kedudukan bentuk cakram disaat ia terbang dengan segala gaya? Menurut pendapat penulis sendiri, bola penumpang itu mempunyai suatu alat pemberat dibagian bawahnya. Sehingga ia lebih mirip dengan patung campak golek, yang bagian bawahnya diberi timah pemberi pemberat. Sehingga dalam keadaan bagaimanapun, bagian yang berat itu tetap berada dibagian bawah.

Kini timbul pertanyaan: Dapatkah perputaran rongga besi cakram dengan dinding bola penumpang menghasilkan arus listrik walaupun keduanya terdiri dari magnit sekutub? Jika tidak, darimana datangnya sumber listrik berkekuatan tinggi yang terpancar dari sebuah piring tebang?
Seandainya memang sebagai sumber listrik, turbin elektromagnit sepantasnya terletak diantara kedua belahan cakram. Dan dari persaingan yang berlawanan arah akan terjadi imbas magnit yang cukup besar untuk sumber arus listrik yang kuat. Bola penompang dan rongga cakram yang mengandung magnit yang sekutub, hanya sekedar menjaga stabiliteit kedudukan bola penumpang. Teori ini mungkin dapat diterima akal. Karena beberapa saksi mengatakan melihat bagian tengah piring terbang itu kelihatan lebih kabur, daripada bagian keliling cakram yang lebih bercahaya menyilaukan.

Pandangan seperti itu dapat terjadi, jika bagian tengah (bola penumpang) piring terbang itu tidak bergasing sama sekali. Hanya kelihatan bercahaya, karena kena bias cahaya keliling cakram yang bergasing (membuat batas menjadi tidak menjadi kelihatan).
Kalau teori diatas mempunyai dasar kebenaran untuk dijadikan bahan dalam riset piring terbang, berarti sebagian dari rahasia stabiliteit ruangan penumpang dan sumber arus listriknya sudah dapat direka darimana datangnya. Tinggal lagi mengungkap bagaimana caranya mereka memperkuat sumber listrik itu, dan menghubungkannya dengan seluruh badan cakram yang pijar oleh arus listrik. Setidaknya penulis telah mencoba menyodorkan salah satu ranting kecil dari estimat teknologi yang terkandung didalam kekuatan piring terbang. Yang mungkin akan dapat digunakan untuk menyambung suatu kesimpulan lain yang selama ini terputus.

Komentar ditutup.

  • UFOnesia Twitter

    Error: Twitter did not respond. Please wait a few minutes and refresh this page.

  • WEBSITE KAMI TELAH PINDAH!

    WEBSITE KAMI TELAH PINDAH! Kunjungi website baru kami Klik DISINI

  • KUMPULAN ARTIKEL

  • WEBSITE KAMI TELAH PINDAH!

    WEBSITE KAMI TELAH PINDAH! Kunjungi website baru kami Klik DISINI

%d blogger menyukai ini: