Laut Ditemukan di Saturnus


Los Angeles – Ilmuwan telah menemukan laut, bentangan cairan luas, yang kemungkinan metana atau etana di permukaan satelit planet Saturnus, Titan. Luas laut ini setara dengan negara bagian Montana.
Temuan ini berasal dari pesawat Cassini yang sebelumnya hanya memantau adanya danau-danau kecil pada “bulan” yang ukurannya sebesar planet itu. “Ini sangat jelas, tidak ada keraguan,” ungkap Jonathan Lunine dari University of Arizona, Tucson, yang merupakan salah seorang ilmuwan dalam projek Cassini.
Para peneliti ini memeriksa citra dari radar maupun citra gambar untuk mengungkapkan adanya dua laut di kutub-kutub bulan itu. Bulan lalu kamera di Cassini memantau adanya bentangan luas yang mirip Laut Kaspia di bumi. Ketika dipindai dengan radar hasilnya bentangan itu berisi cairan metana atau etana.
Hasil ini dipaparkan Selasa pada pertemuan tahunan Lunar and Planetary Science Conference di Texas, AS. Bulan yang disebut Titan ini merupakan satu dari beberapa benda angkasa luar yang memiliki atmosfer. Gas dalam atmosfer ini tentunya bukan oksigen namun diduga merupakan metana yang mudah terbakar.
Jika dilihat dari ukuran luas laut yang ditemukan ini, sekarang bisa diduga sumber metana pada atmosfer Titan berasal dari lautan ini. Menyerupai siklus hidrogen pada bumi. Cassini mendaratkan kendaraan pemantau ke permukaan Titan pada tahun 2005. Pada pemantauan awal ditemukan adanya bentangan alam punggungan dan puncak yang terbentuk oleh erosi dan juga adanya hujan metana. (ap/ads)

http://www.sinarharapan.co.id/berita/0703/15/ipt04.html

Komentar ditutup.

  • KUMPULAN ARTIKEL

  • WEBSITE KAMI TELAH PINDAH!

    WEBSITE KAMI TELAH PINDAH! Kunjungi website baru kami Klik DISINI

%d blogger menyukai ini: